PCNU Manokwari Selatan Ajak Masyarakat Perkuat Toleransi dan Jaga Kerukunan Umat Beragama

Selasa, 04 Agustus 2026    14:59 WIT    Muhammad Yusuf Febrian

PLT Sekretaris PCNU Kabupaten Manokwari Selatan, Muh. Haris Abdillah, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Manokwari Selatan.

PLT Sekretaris PCNU Kabupaten Manokwari Selatan, Muh. Haris Abdillah, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Manokwari Selatan.

MANOKWARI SELATAN – Kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Manokwari Selatan dinilai masih terjaga dengan baik berkat tingginya sikap toleransi yang tumbuh di tengah masyarakat. Kondisi tersebut diharapkan terus dipertahankan sebagai modal utama dalam menjaga persatuan serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

PLT Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Manokwari Selatan, Muh. Haris Abdillah, mengatakan masyarakat di wilayah tersebut memang didominasi oleh pemeluk agama Kristen. Meski demikian, perbedaan agama maupun suku tidak menjadi penghalang dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Menurutnya, sikap saling menghormati telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Hal itu terlihat dari adanya penghormatan terhadap setiap umat beragama yang menjalankan perayaan hari besar keagamaan masing-masing.

Baca Lainnya :

Ia menilai, terciptanya toleransi yang tinggi tidak terlepas dari kesadaran seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan. Karena itu, setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menghindari berbagai tindakan yang berpotensi memicu perpecahan maupun mengganggu stabilitas keamanan di daerah.

"Kerukunan antarumat beragama harus dimulai dari diri sendiri. Jika setiap orang mampu menjaga sikap saling menghormati, maka kehidupan masyarakat akan tetap harmonis," ujarnya.

Meski situasi di Manokwari Selatan relatif kondusif, Haris mengingatkan masih terdapat potensi gangguan yang perlu diwaspadai. Menurutnya, penyebaran berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, maupun isu-isu bernuansa SARA oleh oknum tertentu dapat menjadi pemicu munculnya konflik di tengah masyarakat apabila tidak disikapi secara bijaksana.

Ia mengatakan, Indonesia sebagai negara yang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya selalu menghadapi tantangan dalam menjaga kerukunan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengedepankan dialog serta semangat persaudaraan dalam menyelesaikan setiap persoalan.

Haris juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum terdapat persoalan yang dipicu oleh perbedaan pandangan agama di Kabupaten Manokwari Selatan. Menurutnya, permasalahan yang lebih sering muncul justru berkaitan dengan persoalan adat yang dalam kondisi tertentu dapat berkembang dan berdampak terhadap situasi kamtibmas apabila tidak segera diselesaikan.

Ia berharap semangat toleransi yang selama ini telah terbangun dapat terus dipelihara oleh seluruh elemen masyarakat, sehingga Kabupaten Manokwari Selatan tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan harmonis di tengah keberagaman.