100 Peserta Ekspedisi Patriot UNAIR Siap Jalankan Riset dan Pemberdayaan di Kawasan Transmigrasi Manokwari

Selasa, 04 Agustus 2026    08:46 WIT    Dimas Setiawan

Manokwari, Teraskasuari – Kawasan transmigrasi Prafi di Kabupaten Manokwari kembali dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program penelitian dan pemberdayaan masyarakat berskala nasional. Sekitar 100 peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 dari Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya dijadwalkan terlibat dalam berbagai kegiatan bersama masyarakat di sejumlah distrik.

Program tersebut akan berlangsung mulai Agustus hingga November 2026. Pelaksanaannya menjadi bagian dari upaya Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia dalam mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi melalui kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan Universitas Airlangga, Prof. Hery Purnobasuki, menjelaskan bahwa para peserta berasal dari berbagai bidang keilmuan. Mereka memiliki latar belakang antara lain peternakan, perikanan dan kelautan, kesehatan, serta ilmu sosial dan politik.

Baca Lainnya :

Perpaduan berbagai disiplin ilmu tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di kawasan transmigrasi Manokwari.

Salah satu agenda yang akan dijalankan adalah mengembangkan pemanfaatan limbah kelapa sawit agar dapat diolah menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi. Tim juga akan melakukan pendampingan pada sektor peternakan, termasuk mendorong peningkatan populasi sapi.

Selain bidang ekonomi dan peternakan, peserta Ekspedisi Patriot akan memberikan edukasi kesehatan serta mendukung penguatan pendidikan multikultural di tengah masyarakat.

Pengembangan pemasaran produk lokal juga menjadi bagian dari program. Masyarakat akan didampingi dalam memanfaatkan teknologi digital agar produk yang dihasilkan dapat dikenal lebih luas dan mempunyai peluang memasuki pasar di luar kawasan transmigrasi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Manokwari, Yusak Dowansiba, mengatakan peserta akan disebarkan ke beberapa distrik, antara lain Prafi, Masni, Sidey, dan Warmare.

Selama kegiatan berlangsung, peserta direncanakan tinggal bersama masyarakat. Pola tersebut diharapkan mempermudah proses pengumpulan data, penelitian lapangan, pendampingan, serta pemahaman terhadap persoalan yang dihadapi warga secara langsung.

Program TEP 2026 juga menjadi kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya dilaksanakan oleh tim Institut Teknologi Bandung pada 2025. Berbagai hasil dari program terdahulu akan digunakan sebagai bahan evaluasi sekaligus dasar pengembangan kegiatan tahun ini.

Pemerintah Kabupaten Manokwari menyatakan kesiapan mendukung seluruh rangkaian kegiatan melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah. Dukungan tersebut meliputi fasilitasi penelitian, pendampingan teknis, serta penyelenggaraan forum diskusi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, menilai kerja sama antara pemerintah dan perguruan tinggi dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan kawasan transmigrasi.

Rekomendasi tersebut diharapkan mencakup pemetaan potensi wilayah, penguatan komoditas unggulan, serta penyusunan model pemberdayaan masyarakat yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Selama berada di lapangan, Tim Ekspedisi Patriot UNAIR juga akan membangun koordinasi dengan pemerintah distrik, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan berbagai unsur terkait. Sinergi tersebut diperlukan agar seluruh kegiatan berjalan aman, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan transmigrasi Prafi.