Kamis, 06 Agu 2026
Rabu, 05 Agustus 2026 20:50 WIT Robert
Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, S.E., M.H. didampingi Anggota DPR RI drg. Alfons Manibuy, DESS bersama unsur Forkopimda melakukan groundbreaking Pembangunan Pelabuhan Babo yang dirangkaikan dengan peluncuran pembangunan empat jetty di wilayah RKI serta penyerahan hibah speed boat kepada TNI AL dan Polres Teluk Bintuni di Distrik Babo, Rabu (5/8/2026).
Teluk Bintuni, teraskasuari.com – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni resmi memulai pembangunan Pelabuhan Babo melalui kegiatan groundbreaking di Pelabuhan Babo, Distrik Babo, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peluncuran pembangunan empat jetty di wilayah RKI serta penyerahan hibah dua unit speed boat kepada TNI Angkatan Laut dan Polres Teluk Bintuni sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi laut dan pelayanan kepada masyarakat pesisir.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, S.E., M.H. dan dihadiri Anggota DPR RI Dapil Papua Barat, unsur Forkopimda, DPRK, OPD, tokoh adat, serta sekitar 200 tamu undangan.
- Wakil Bupati Pegunungan Arfak Andi Salabai Tutup Usia, Tim Medis Sebut Meninggal Akibat Komplikasi Sepsis
- Groundbreaking Pelabuhan Babo Dimulai, Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Pesisir Teluk Bintuni
- Pemkab Manokwari dan PLN Sinkronkan Penguatan Listrik serta Penataan PJU
Dalam laporannya, Kepala Dinas Perhubungan Teluk Bintuni Jendri Salakori menjelaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari program strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan akses transportasi laut, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperkuat konektivitas antarwilayah pesisir.
"Pembangunan Pelabuhan Babo dan empat jetty di wilayah RKI diharapkan mampu memberikan kemudahan akses transportasi laut bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir Teluk Bintuni," ujar Jendri Salakori.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat Markus Lukas Sabarofek, S.Sos. menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk memperkuat konektivitas wilayah melalui dukungan armada kapal Roro.
"Melihat kondisi geografis Teluk Bintuni, transportasi laut menjadi kebutuhan utama. Pemerintah Provinsi berkomitmen menghadirkan satu unit kapal Roro untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang antarwilayah," kata Markus Lukas Sabarofek.

Pelaksanaan peresmian pembangunan Pelabuhan Babo melalui kegiatan groundbreaking di Pelabuhan Babo, dipimpin langsung oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menegaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Babo merupakan investasi jangka panjang yang akan membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat.
"Pelabuhan ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi simbol kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. Kami berharap infrastruktur ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka peluang investasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Teluk Bintuni," ujar Yohanis Manibuy.
Selain pembangunan pelabuhan, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni juga menyerahkan hibah satu unit speed boat kepada Pos TNI Angkatan Laut dan satu unit kepada Polres Teluk Bintuni guna memperkuat pengamanan wilayah perairan, mendukung penanganan bencana, serta meningkatkan keselamatan transportasi laut.
Anggota DPR RI Dapil Papua Barat drg. Alfons Manibuy, DESS menyambut baik dimulainya pembangunan tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
"Pelabuhan Babo harus menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Kehadiran infrastruktur ini harus menciptakan lapangan kerja, membuka ruang usaha baru, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi jalur lalu lintas barang," tegas drg. Alfons Manibuy, DESS.
Pembangunan Pelabuhan Babo direncanakan menggunakan skema tahun jamak (multi years) dengan total anggaran sekitar Rp78,72 miliar. Program tersebut juga mencakup pembangunan empat jetty di Distrik Kamundan, Aranday, Yakora, dan Aroba senilai Rp3,8 miliar, serta pengadaan dua unit speed boat hibah untuk TNI AL dan Polres Teluk Bintuni.
Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni berharap pembangunan infrastruktur transportasi laut ini dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar arus logistik, mendorong investasi, serta mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan pesisir.[rb]