Temu Nasional GPKAI Digelar di Manokwari Selatan, Bahas Peran Gereja dan Pemberdayaan Jemaat

Jumat, 25 September 2026    19:47 WIT    Muhammad Yusuf Febrian

Peserta Temu Nasional Departemen PKB, PW, Pamka dan PAR Majelis Umum GPKAI se-Indonesia saat mengikuti pembukaan kegiatan di Pendopo Laharoi, Ransiki, Manokwari Selatan.

Peserta Temu Nasional Departemen PKB, PW, Pamka dan PAR Majelis Umum GPKAI se-Indonesia saat mengikuti pembukaan kegiatan di Pendopo Laharoi, Ransiki, Manokwari Selatan.

MANOKWARI SELATAN – Temu Nasional Departemen Persekutuan Kaum Bapak (PKB), Persekutuan Wanita (PW), Pemuda dan Anak Muda (Pamka), serta Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) Majelis Umum Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) se-Indonesia digelar di Kabupaten Manokwari Selatan, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Laharoi, Bypass Ransiki, Distrik Ransiki, tersebut mengusung tema “Bangkitlah dan Jadilah Terang” yang diambil dari Yesaya 60:1. Sekitar 1.000 jemaat dan peserta dari berbagai daerah hadir dalam kegiatan tersebut.

Pembukaan diawali dengan penyambutan adat kepada para tamu undangan, dilanjutkan ibadah, puji-pujian, pelayanan firman, serta sejumlah rangkaian kegiatan gerejawi. Pembukaan resmi Temu Nasional ditandai dengan pemukulan tifa secara bersama-sama.

Baca Lainnya :

Bupati Manokwari Selatan Bernard Mandacan mengatakan, pelaksanaan Temu Nasional menjadi kehormatan bagi daerah karena Manokwari Selatan dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan yang mempertemukan unsur pelayanan GPKAI dari berbagai wilayah di Indonesia.

Menurut Bernard, gereja dan pemerintah memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun masyarakat. Pemerintah menjalankan pembangunan infrastruktur, ekonomi dan pelayanan publik, sementara gereja berperan dalam pembentukan karakter, moral dan kehidupan spiritual masyarakat.

Ia berharap pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang persekutuan, tetapi juga menghasilkan gagasan dan program pelayanan yang dapat menjawab kebutuhan jemaat serta masyarakat.

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Kristen Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Luksen Jems Mayor, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut di Papua Barat. Ia menilai berbagai kegiatan keagamaan yang digelar di daerah menjadi bagian dari kontribusi gereja dalam membangun kehidupan masyarakat.

Luksen juga mengajak peserta dan masyarakat untuk menjaga lingkungan serta merawat alam Papua. Menurutnya, gereja memiliki peran penting untuk menghadirkan nilai-nilai kasih dan pelayanan di tengah masyarakat.

“GPKAI adalah gereja yang hadir dan lahir dari rahim penginjilan di tanah Papua. Karena itu, GPKAI harus menjadi berkat bagi Papua dan terus menghadirkan kasih Kristus bagi Indonesia,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga menerima sejumlah materi, di antaranya mengenai perkembangan GPKAI di Indonesia, pemberdayaan ekonomi jemaat, peran gereja dalam konteks nasional, serta perkembangan situasi global dan kaitannya dengan sumber daya alam.

Ketua Umum Majelis Umum GPKAI Pdt. Dr. Pilipus Manggaprow turut menyampaikan materi mengenai sejarah dan perkembangan GPKAI di Indonesia.

Temu Nasional GPKAI tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 28 September 2026. Pada hari berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi bagi unsur PAR, Pamka, PW dan PKB di sejumlah jemaat di Manokwari Selatan, kemudian dilanjutkan kegiatan wisata dan ibadah KKR sebelum penutupan.