DP3AKB Teluk Bintuni Dorong Pemberdayaan Mama-Mama Papua melalui Pengembangan UMKM

Selasa, 20 Oktober 2026    15:45 WIT    Robert

Teluk Bintuni, teraskasuari.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Teluk Bintuni terus mendorong peningkatan peran perempuan dalam pembangunan daerah melalui penguatan kapasitas dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya bagi mama-mama Papua.

Kabid Kualitas Hidup Perempuan DP3AKB Kabupaten Teluk Bintuni, Erni Silambi, menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan perlu diarahkan pada peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi agar perempuan dapat berkontribusi lebih besar terhadap kesejahteraan keluarga maupun pembangunan daerah.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan sosialisasi peningkatan partisipasi perempuan di Balai Kampung Banjar Ausyoe SP 4, Distrik Manimeri. Kegiatan tersebut menghadirkan Sisparyadi, S.Sos., M.A. dari Pusat Studi Wanita Universitas Gadjah Mada dan Ny. Tirsa J. Idawader sebagai pemateri.

Baca Lainnya :

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai perencanaan usaha, pengelolaan modal, pencatatan keuangan sederhana, serta strategi pemasaran. Pengetahuan tersebut diharapkan membantu perempuan pelaku usaha kecil dalam mengelola usaha secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Menurut Erni, sebagian mama-mama Papua yang menjalankan usaha seperti menjual pinang, hasil kebun, dan kebutuhan sehari-hari masih membutuhkan pendampingan dalam memisahkan modal usaha dari kebutuhan pribadi, mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta menghitung keuntungan.

Selain peningkatan keterampilan, pengembangan UMKM perempuan juga memerlukan dukungan akses permodalan, perluasan pemasaran, dan pendampingan secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan pemberdayaan tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha masyarakat.

DP3AKB Kabupaten Teluk Bintuni berharap penguatan kapasitas perempuan dapat terus dikembangkan melalui koordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait. Upaya tersebut diharapkan membuka peluang usaha yang lebih luas, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat keterlibatan perempuan dalam bidang politik, hukum, sosial, dan ekonomi.

Pemberdayaan mama-mama Papua menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan di Kabupaten Teluk Bintuni.[rb]