Rabu, 26 Agu 2026
Selasa, 25 Agustus 2026 21:17 WIT Novan B
Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas terus dilakukan di Kabupaten Teluk Wondama. Tim gabungan TNI-Polri, BPBD, Basarnas, Damkar, Polhut dan masyarakat turun langsung melakukan patroli sekaligus pemadaman di sejumlah wilayah rawan karhutla, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan diawali dengan apel gabungan di Taman Masasoya Topay, Kampung Wasior I, Distrik Wasior. Setelah mendapat arahan dan pembagian tugas, tim langsung bergerak menyusuri sejumlah titik rawan kebakaran di wilayah utara.
Rute patroli meliputi Kampung Rado, Dotir, Warayaru hingga Sobey. Tim kemudian melanjutkan pemantauan ke arah selatan hingga kawasan Perkantoran Isey.
- Tim Gabungan TNI-Polri dan BPBD Sigap Cegah Karhutla di Teluk Wondama
- Dorong Solusi Air Bersih, Warga Distrik Tomu Perkuat Harapan di Tengah Musim Kemarau
- Lawan Karhutla, Pemkab Teluk Wondama Satukan Kekuatan Pemerintah dan Warga
Dalam patroli tersebut, tim gabungan menemukan titik karhutla di Kampung Rado, Distrik Wasior. Petugas langsung bergerak melakukan penanganan sehingga api berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi dapat diamankan.
Meski satu titik berhasil ditangani, petugas masih menemukan sejumlah titik kebakaran di sepanjang kaki Gunung Wondiboi. Kepulan asap tebal terlihat di beberapa lokasi dan menjadi perhatian karena berpotensi menyebabkan kebakaran meluas serta menambah kerusakan kawasan hutan.
Kepala BPBD Teluk Wondama, Anita Tapi, dalam arahannya meminta seluruh personel tetap mengutamakan keselamatan, menjaga komunikasi dan memperkuat koordinasi selama berada di lapangan. Setiap titik api yang ditemukan juga diminta segera dilaporkan agar dapat ditangani sebelum berkembang lebih besar.
Patroli ini melibatkan puluhan personel gabungan, terdiri dari 20 personel Kodim 1811/Teluk Wondama, 5 personel Polres Teluk Wondama, 5 personel Brimob Polda Papua Barat, 5 personel Basarnas, 2 personel Damkar, 2 personel BPBD dan 1 personel Polhut.
Untuk mendukung penanganan, tim juga membawa sejumlah kendaraan dan peralatan, termasuk mobil operasional, mesin pompa air, genset, 30 batang pipa air, tangki semprot serta mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter.
Patroli gabungan berakhir sekitar pukul 13.30 WIT. Tim memastikan pemantauan terhadap titik-titik rawan karhutla tetap dilakukan sebagai langkah cepat untuk mencegah api kembali meluas.
Sinergi lintas instansi ini menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan masyarakat sekaligus melindungi kawasan hutan di Kabupaten Teluk Wondama dari ancaman karhutla.