DKP Kaimana Dorong Pelaku Usaha Tingkatkan Mutu dan Legalitas Produk Perikanan

Jumat, 11 September 2026    13:31 WIT    Bito Wijaya

Herliena Ubery, A.Pi., M.Si., dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kaimana

Herliena Ubery, A.Pi., M.Si., dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kaimana

KAIMANA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kaimana terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil kelautan dan perikanan agar mampu menghasilkan produk berkualitas, berdaya saing, serta memenuhi standar mutu dan legalitas usaha.

 

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan Persyaratan/Standar pada Usaha Pengolahan dan Pemasaran Skala Menengah dan Besar yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pemahaman sekaligus pendampingan kepada pelaku usaha, khususnya sektor pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

Baca Lainnya :

 

Informasi tersebut disampaikan Herliena Ubery, A.Pi., M.Si., dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kaimana, pada 10 September 2026.

 

Menurut Herliena, kegiatan Bimtek menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha kecil dan menengah dalam menerapkan persyaratan serta standar mutu sesuai ketentuan yang berlaku.

 

“Pelaku usaha perlu memahami standar mutu dan persyaratan pengolahan agar produk perikanan yang dihasilkan tidak hanya aman dan berkualitas, tetapi juga memiliki daya saing di pasar,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, Kabupaten Kaimana memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat besar. Melimpahnya sumber daya ikan di wilayah Papua Barat menjadi peluang ekonomi yang perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengolah dan memasarkan hasil perikanan.

 

Potensi tersebut, kata dia, tidak cukup hanya mengandalkan produksi bahan mentah. Diperlukan penguatan sektor pengolahan agar komoditas perikanan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi sebelum dipasarkan ke konsumen.

 

Salah satu hal yang didorong kepada pelaku usaha adalah penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) atau Cara Produksi yang Baik dalam setiap proses pengolahan hasil perikanan.

 

Selain itu, pelaku usaha juga perlu memahami persyaratan untuk memperoleh Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) sebagai bagian dari pemenuhan standar mutu dan legalitas usaha.

 

Penerapan standar tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk olahan perikanan asal Kaimana.

 

Dorong Produk Kaimana Gunakan Identitas Daerah

Di sisi lain, DKP Kaimana juga menilai pentingnya penguatan sinergi seluruh pihak dalam mengembangkan industri pengolahan hasil perikanan di daerah.

 

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masih adanya hasil perikanan dari Kaimana yang dibawa keluar daerah untuk kemudian diolah atau dipasarkan menggunakan identitas daerah lain.

 

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengurangi nilai tambah ekonomi yang seharusnya dapat dinikmati oleh daerah asal komoditas.

 

Karena itu, penguatan kapasitas pelaku usaha di tingkat lokal dinilai menjadi salah satu kunci agar hasil perikanan Kaimana dapat diolah dan dipasarkan dengan membawa identitas daerah asal.

 

Dengan demikian, manfaat ekonomi dari komoditas perikanan tidak berhenti pada aktivitas penangkapan, tetapi dapat berkembang ke sektor pengolahan, pengemasan, pemasaran hingga penciptaan lapangan kerja di Kabupaten Kaimana.

 

Pelaksanaan Bimtek diharapkan menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk membangun ekosistem usaha perikanan yang semakin kuat di Kaimana.

 

Besarnya potensi sumber daya perikanan yang dimiliki daerah tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemenuhan standar mutu, legalitas usaha, serta pengembangan industri pengolahan.

 

Jika hal tersebut dapat dilakukan secara konsisten, produk perikanan Kaimana tidak hanya mampu bersaing di pasar regional, tetapi juga berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas dengan membawa identitas dan nilai tambah bagi daerah asalnya.