Bulog Manokwari Siapkan 1.593 Ton Beras untuk 53.101 Keluarga di Papua Barat

Sabtu, 22 Agustus 2026    07:39 WIT    Dimas Setiawan

Manokwari, Teraskasuari – Perum Bulog Cabang Manokwari menyiapkan bantuan pangan beras untuk puluhan ribu keluarga di Papua Barat dengan total pagu sekitar 1.593 ton untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026.

Bantuan tersebut ditujukan kepada 53.101 keluarga penerima manfaat yang tersebar di lima kabupaten dalam wilayah kerja Bulog Manokwari.

Kepala Perum Bulog Cabang Manokwari, Sheika Irawaty, menjelaskan penyaluran untuk tiga bulan akan dilakukan sekaligus. Dengan skema tersebut, setiap keluarga penerima mendapatkan total 30 kilogram beras.

Baca Lainnya :

Persiapan distribusi telah dikoordinasikan bersama pemerintah daerah, pemerintah distrik, serta aparat keamanan agar proses penyaluran dapat berjalan tertib dan sesuai dengan titik distribusi yang telah ditentukan.

Penyaluran dijadwalkan mulai dilaksanakan pada pekan berikutnya setelah seluruh tahapan koordinasi dan kesiapan lapangan diselesaikan.

Dari total alokasi tersebut, Kabupaten Manokwari memperoleh pagu terbesar dengan 674.400 kilogram beras untuk 22.480 keluarga penerima manfaat.

Sementara Kabupaten Manokwari Selatan mendapatkan alokasi 172.170 kilogram bagi 5.739 keluarga.

Untuk Kabupaten Pegunungan Arfak, bantuan yang disiapkan mencapai 259.020 kilogram untuk 8.634 keluarga penerima.

Kabupaten Teluk Bintuni mendapat alokasi 320.880 kilogram bagi 10.096 keluarga, sedangkan Kabupaten Teluk Wondama memperoleh 184.560 kilogram beras untuk 6.152 keluarga penerima manfaat.

Bulog menegaskan bahwa data penerima bantuan tidak ditentukan oleh pihaknya. Daftar keluarga penerima bersumber dari Badan Pangan Nasional, sementara Bulog bertugas menyiapkan dan memastikan proses distribusi sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan.

Proses pengangkutan bantuan akan dilakukan oleh pihak transporter. Meski demikian, Bulog tetap melakukan pengawalan hingga ke titik distribusi yang telah disepakati bersama pemerintah distrik di masing-masing wilayah.

Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan jumlah beras yang diterima masyarakat tidak berkurang serta kualitasnya tetap terjaga selama proses pengiriman.

Apabila ditemukan bantuan dalam kondisi rusak, basah, atau jumlahnya tidak sesuai, pihak transporter diwajibkan melakukan penggantian dengan beras yang layak.

Bulog mencatat pengalaman pada penyaluran sebelumnya, ketika ditemukan beras yang mengalami kerusakan akibat kondisi basah selama perjalanan. Dalam kasus tersebut, penggantian dilakukan sebelum bantuan diterima masyarakat.

Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, menilai kualitas pangan harus menjadi perhatian utama dalam program bantuan pemerintah, selain ketepatan data penerima dan kelancaran proses distribusi.

Pemerintah Kabupaten Manokwari bersama Bulog akan melakukan pengawasan hingga bantuan benar-benar diterima masyarakat sesuai ketentuan.

Mugiyono juga menyampaikan bahwa dirinya bersama Bupati Manokwari telah melakukan pemeriksaan langsung ke gudang Bulog untuk memastikan kondisi dan mutu beras sebelum didistribusikan.

Pengawasan bersama tersebut diharapkan dapat meminimalkan persoalan selama proses penyaluran serta memastikan masyarakat menerima bantuan dalam kondisi baik dan sesuai jumlah yang telah ditentukan.