Jumat, 14 Agu 2026
Kamis, 13 Agustus 2026 12:59 WIT Dimas Setiawan
Manokwari, Teraskasuari – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya mulai mendorong pengembangan desa sehat di kawasan transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, melalui pembenahan sanitasi dan penguatan kebiasaan hidup bersih di tengah masyarakat.
Program tersebut diarahkan agar persoalan kebersihan lingkungan dan kesehatan tidak hanya ditangani melalui kegiatan sementara, tetapi dapat dikembangkan menjadi kebiasaan yang mampu diteruskan oleh masyarakat secara mandiri.
Ketua Tim 11 Ekspedisi Patriot UNAIR, Dr. Corie Indria Prasasti, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan mengutamakan teknologi sederhana sehingga dapat diterapkan tanpa membebani masyarakat.
- Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Dorong Desa Sehat di Prafi Lewat Penguatan Sanitasi
- Ziarah HUT RI ke-81, Bupati Manokwari Ajak Masyarakat Rawat Kemerdekaan dan Jaga NKRI
- Barisan Merah Putih Papua Barat Gelar Rangkaian Lomba Meriahkan HUT ke-81 RI di Pantai Amban Manokwari
Pemanfaatan sumber daya lokal juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan agar program dapat berjalan secara efektif, hemat, serta memiliki peluang lebih besar untuk dipertahankan setelah masa pendampingan berakhir.
Program yang dikembangkan membawa fokus revitalisasi sanitasi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai bagian dari percepatan pembentukan desa sehat di kawasan transmigrasi Prafi.
Sebelum menentukan bentuk kegiatan, tim terlebih dahulu melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat.
Proses tersebut dilakukan melalui diskusi bersama warga dan aparatur pemerintah kampung untuk mendapatkan gambaran mengenai persoalan yang paling membutuhkan penanganan.
Diskusi kelompok juga digunakan untuk memilih lokasi yang dinilai sesuai sebagai tempat pelaksanaan program.
Sejumlah aspek menjadi bahan pertimbangan, mulai dari kondisi lingkungan, kebutuhan masyarakat, kesiapan warga untuk terlibat, hingga dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan setempat.
Dari identifikasi awal, persoalan pengelolaan sampah dan limbah domestik menjadi salah satu perhatian yang perlu diperkuat.
Hasil pemetaan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui survei serta verifikasi langsung di lapangan.
Tahapan itu diperlukan untuk memastikan lokasi prioritas sekaligus menentukan jenis intervensi yang paling sesuai dengan kondisi masyarakat.
Tim Ekspedisi Patriot UNAIR telah menyiapkan beberapa program yang nantinya dapat diterapkan sesuai hasil kajian lapangan.
Salah satunya adalah pengembangan instalasi sederhana untuk mengolah limbah cair rumah tangga agar tidak langsung mencemari lingkungan.
Program lainnya meliputi pemanfaatan metode hidroponik, pengolahan sampah organik menjadi kompos, penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat serta edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
Pendekatan pemberdayaan juga dilakukan dengan melibatkan berbagai kelompok yang telah aktif di tengah masyarakat.
Kader Posyandu, Tim Penggerak PKK hingga kelompok tani di kawasan Prafi akan dilibatkan agar mempunyai peran langsung sejak tahap pelaksanaan.
Keterlibatan masyarakat dinilai penting supaya pengetahuan dan praktik yang diperkenalkan tidak berhenti setelah Tim Ekspedisi Patriot menyelesaikan tugasnya.
Tim berharap dari proses tersebut dapat muncul tokoh-tokoh lokal yang mampu menjadi penggerak kesehatan dan sanitasi di lingkungan masing-masing.
Keberadaan penggerak lokal juga diharapkan mempercepat perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah, limbah rumah tangga, kebersihan lingkungan, serta kesehatan keluarga.
Tim 11 Ekspedisi Patriot UNAIR dipimpin oleh Dr. Corie Indria Prasasti dengan anggota Desta Dwi Lestari, Mhd Izzan Nasser, Yasmin Lail Ramadhani, Syaiful Arifin dan Yamander Au Yensenem.
Kegiatan penelitian dan pemberdayaan yang dilakukan di Prafi diharapkan menghasilkan model pengelolaan sanitasi yang sesuai dengan kondisi setempat dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan bersama masyarakat.