Rumah Baca Manokwari Perkuat Kapasitas Literasi Guru, Pengelola TBM dan Pemuda Papua Barat

Minggu, 09 Agustus 2026    18:15 WIT    Dimas Setiawan

Manokwari, Teraskasuari – Upaya meningkatkan kemampuan literasi masyarakat di Papua Barat kembali diperkuat melalui kegiatan pelatihan yang melibatkan guru, pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta unsur pemuda di Kabupaten Manokwari.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Bahasa bersama Rumah Baca Manokwari. Pelatihan berlangsung selama tiga hari, 5 hingga 7 Agustus 2026, bertempat di Gedung Arauna Gereja Pekabaran Injil “Jalan Suci”, Manokwari.

Founder Rumah Baca Manokwari, Yudith Yewun, mengatakan kepercayaan untuk menjalankan program penguatan literasi tersebut merupakan yang kedua kalinya diterima Rumah Baca Manokwari. Program dengan konsep serupa sebelumnya juga telah diselenggarakan pada 2025.

Baca Lainnya :

Berbeda dengan kegiatan sebelumnya, pelaksanaan tahun ini memberikan perhatian pada peningkatan kapasitas sejumlah kelompok yang dinilai memiliki peran penting dalam membangun budaya membaca dan menulis di tengah masyarakat.

Peserta berasal dari kalangan guru Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, pengelola Taman Bacaan Masyarakat, hingga tokoh pemuda.

Menurut Yewun, keterlibatan berbagai unsur tersebut diperlukan karena peningkatan literasi tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Guru, komunitas, pemuda dan masyarakat perlu mengambil peran sesuai lingkungan masing-masing.

Ia menyebut kondisi literasi di Papua Barat masih membutuhkan perhatian serius. Karena itu, pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan kemampuan yang dapat diterapkan dan diteruskan kepada masyarakat.

Peserta juga diharapkan mampu membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada siswa, sesama guru, komunitas maupun warga di lingkungan tempat tinggal mereka.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi tentang penulisan kreatif dengan tema “Gali Potensi, Tuangkan Gagasan, Menjelajah Dunia Menulis Kreatif.” Materi tersebut diarahkan untuk melatih kemampuan peserta dalam menemukan ide serta mengembangkannya menjadi tulisan yang menarik dan mudah dipahami.

Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada pelatihan Read Aloud atau membaca nyaring. Metode ini diperkenalkan sebagai salah satu pendekatan yang dapat dimanfaatkan guru, orang tua maupun pegiat literasi untuk membangun ketertarikan masyarakat, terutama anak-anak, terhadap kegiatan membaca.

Rangkaian program kemudian ditutup dengan pelatihan menulis kreatif yang lebih diarahkan pada kebutuhan ekonomi masyarakat.

Peserta diberikan pemahaman mengenai penyusunan narasi promosi produk lokal dengan tema “Menyusun Narasi Produk dan Mengubah Cerita Lokal Menjadi Omzet.”

Materi tersebut memperkenalkan cara memanfaatkan kemampuan menulis sebagai sarana memperkuat promosi produk UMKM. Cerita mengenai produk, potensi daerah maupun identitas lokal dapat dikemas menjadi narasi yang menarik sehingga mempunyai nilai promosi dan ekonomi.

Melalui pendekatan tersebut, kemampuan literasi tidak hanya dipandang sebagai keterampilan membaca dan menulis, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan, aktivitas sosial, pengembangan komunitas serta perekonomian masyarakat.

Rumah Baca Manokwari berharap para peserta dapat menjadi penggerak literasi di lingkungan masing-masing setelah mengikuti pelatihan.

Kolaborasi antara pemerintah, komunitas literasi, sekolah dan unsur masyarakat juga diharapkan terus diperkuat sehingga peningkatan kemampuan membaca dan menulis dapat berlangsung secara berkelanjutan di Papua Barat.