Senin, 01 Des 2025
Severity: Warning
Message: fopen(/var/cpanel/php/sessions/ea-php74/ci_session61a56172ea02abd7ddd988b08e05fb5a1e321c2a): failed to open stream: Disk quota exceeded
Filename: drivers/Session_files_driver.php
Line Number: 174
Backtrace:
File: /home/terr5629/public_html/application/controllers/News.php
Line: 18
Function: __construct
File: /home/terr5629/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once
Severity: Warning
Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/cpanel/php/sessions/ea-php74)
Filename: Session/Session.php
Line Number: 143
Backtrace:
File: /home/terr5629/public_html/application/controllers/News.php
Line: 18
Function: __construct
File: /home/terr5629/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once
Selasa, 06 Juni 2023 15:38 WIT Redaksi Teras Kasuari
Peserta Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (SPP-TIK) di salah satu hotel di Manokwari
TERASKASUARI.COM, MANOKWARI - Pemerintah Provinsi Papua Barat mendorong tranformasi perpustakaan di seluruh daerah itu agar mampu memberdayakan masyarakat dengan pendekatan teknologi informasi.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, mengatakan bahwa Pemerintah terus melakukan berbagai terobosan dalam pengembangan SDM, termasuk SDM di bidang perpustakaan.
"Unsur penting dalam penyelenggaraan suatu perpustakaan adalah memiliki SDM perpustakaan yang kompeten dan profesional," ujar Barnabas Dowansiba.
- DPP BMP Papua Barat, Bangun Rasa Cinta Tanah Air Generasi Muda
- DPC BMP Manokwari Salurkan Paket Belajar ke Sejumlah SD, Ini Komitmen Adrianus Mansim
- Pendidikan Gratis Kab. Kaimana, Menuju Masa Depan Indonesia Yang Cerah
Hal ini dikatakan Dowansiba saat membuka kegiatan bimbingan teknis (bimtek) Strategi Pengembangan Perpustakaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (SPP-TIK) di salah satu hotel di Manokwari, Senin (5/6).
Dengan upaya peningkatan kompetensi SDM tersebut, kata Dowansiba, layanan perpustakaan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia mengatakan, bahwa perpustakaan nasional sebagai instansi pembina, terus mendorong dan membantu perpustakaan di daerah agar dapat memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP).
"Karena urusan perpustakaan ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai urusan wajib non pelayanan dasar untuk menyediakan layanan yang sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Ia berharap melalui kegiatan bimtek SPP-TIK yang digelar selama 4 hari (5-9 Juni), dapat membantu peserta dalam menjalankan/mengelola perpustakaan di daerah masing-masing ke arah yang lebih baik.
"Semoga lewat bimtek ini dapat merubah paradigma perpustakaan dari semula yang dianggap sebagai gudang buku namun bertransformasi menjadi perpustakaan yang dapat memberdayakan masyarakat dengan pendekatan teknologi informasi," katanya.
Bahkan menurut Dowansiba, perpustakaan harus bisa bertransformasi sehingga memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kemampuan masyarakat.
Yaitu selain menyediakan sumber-sumber bacaan, tranformasi perpustakaan bisa memfasilitasi masyarakat melalui berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan yang bertujuan untuk pemberdayaan sosial-ekonomi.
"Melalui upaya ini diharapkan peforma individu meningkat dan sistem dan organisasi perpustakaan menjadi kuat," katanya.
Ia menambahkan, bahwa pada tahun 2023 ini, perpustakaan nasional melalui Deputi Bidang Pengembangan Sumberdaya Perpustakaan melaksanakan bimtek di 34 Provinsi, 136 kabupaten/kota dan 450 desa.
"Untuk Papua Barat terkonfirmasi pesertanya adalah 2 orang fasilitator daerah (fasda), 6 orang perwakilan dari enam Kabupaten, dan 26 orang perwakilan kampung/desa," ujarnya.
Dalam bimtek ini Provinsi Papua Daya (PBD) masih masuk dalam kemitraan bersama dengan Provinsi Papua Barat. (RED|TK).