Minggu, 15 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026 17:20 WIT Samuel Anggara
TERASKASUARI.COM, Manokwari - Ketua Barisan Merah Putih (BMP) Provinsi Papua Barat, Saul Samuel Mandowen, mengecam keras tindakan kekerasan dan penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap 23 di wilayah Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan Samuel sebagai respons atas situasi keamanan yang terjadi di Tambrauw. Ia menilai aksi kekerasan bersenjata yang menimpa warga sipil hanya akan memperkeruh kondisi keamanan di wilayah tersebut.
Menurutnya, tindakan penyerangan bersenjata tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dan tidak memberikan solusi bagi penyelesaian konflik di Papua. Sebaliknya, aksi tersebut justru memperpanjang penderitaan masyarakat serta memperburuk situasi konflik yang sudah berlangsung lama.
“Penyerangan bersenjata merupakan tindakan yang membahayakan stabilitas keamanan serta mengancam keselamatan masyarakat sipil di Kabupaten Tambrauw,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat Papua pada dasarnya menginginkan kehidupan yang damai, aman, serta pembangunan yang berkelanjutan. Karena itu, kata dia, rakyat Papua tidak membutuhkan teror maupun tindakan kekerasan bersenjata yang terus berulang.
BMP Provinsi Papua Barat, lanjut Mandowen, menolak segala bentuk kekerasan dan intimidasi yang dilakukan oleh kelompok bersenjata. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya merugikan negara, tetapi juga berdampak langsung terhadap masyarakat Papua yang harus menghadapi konflik berkepanjangan.
Di akhir pernyataannya, BMP Provinsi Papua Barat menegaskan komitmennya untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mendorong terciptanya keamanan dan kedamaian di seluruh wilayah Papua Barat. (TK/01)